2 Oktober 2013 - 20:30
Syiah Berpotensi Memancing Pertumpahan Darah di Malaysia

"Saya tidak mengatakan mazhab yang salah itu Syiah atau Sunni. Namun harus diakui interpretasi yang berbeda mengenai agama yang melahirkan beragam mazhab cenderung menyebabkan perpecahan dan memancing pertumpahan darah."

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam berita lanjutan mengenai kebijakan pemerintah Malaysia yang anti Syiah yang belakangan semakin ketat dan memperlakukan warganya yang Syiah layaknya criminal, Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad turut memanaskan situasi dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial. Mantan pejabat Malaysia tersebut turut menunjukkan kekhawatiran dan rasa takutnya akan menyebarnya mazhab Syiah di Malaysia. Ia mendukung sepenuhnya pelarangan menyebarnya Syiah di negara melayu tersebut dengan alasan ajaran Syiah berbahaya dan mengancam keselamatan negara.

"Membiarkan Syiah semakin tersebar dan subur akan menyebabkan runtuhnya tatanan masyarakat." Tegasnya.

Dalam pernyataan yang disampaikannya dihadapan wartawan, Mahatir Muhammad mengatakan, "Adanya komunitas Syiah dan Sunni dalam sebuah negara cenderung memicu perselisihan dan permusuhan antar kaum muslimin. Dan kami tidak ingin itu terjadi di Malaysia."

"Saya tidak mengatakan mazhab yang salah itu Syiah atau Sunni. Namun harus diakui interpretasi yang berbeda mengenai agama yang melahirkan beragam mazhab cenderung menyebabkan perpecahan dan memancing pertumpahan darah." Lanjutnya.

Mahathir Muhammad menambahkan lagi, "Muslim Malaysia dengan menganut keyakinan Sunni telah mampu membuat Malaysia ini menjadi negara yang bermartabat, dan dengan menyebarnya ajaran Syiah, itu yang melahirkan kekhawatiran pada banyak pihak. Sangat memungkinkan terjadi, jika penyebaran Syiah dibiarkan, maka yang terjadi masjid dibagi dua, ada masjid Sunni, ada masjid Syiah dan dapat menyebabkan pertumpahan darah di negara ini."

Berkenaan dengan warga Syiah Iran yang melakukan perjalanan ke Malaysia, mantan PM Malaysia itu mengatakan, "Jika warga Iran itu hendak menyebarkan ajaran Syiah mereka di dalam negara mereka sendiri, tentu itu adalah urusan mereka sendiri, namun jika memasuki negara kami, maka saya meminta, mohon jangan mengusik ketenangan kami."

Mukhriz Mahathir Muhammad, putera Mahathir Muhammad yang juga menjabat kedudukan penting di Malaysia termasuk tokoh yang mengecam penyebaran Syiah di Malaysia. Ia menuntut pemerintah mengeluarkan dana khusus dari anggaran pendapatan negara untuk menghambat laju penyebaran Syiah di negara itu. Iapun menyerukan agar fatwa ulama Malaysia tahun 1996 yang melarang penyebaran Syiah di Malaysia menjadi hukum negara yang diberlakukan.

Bukan tanpa bantahan. Tidak sedikit aktivis Islam bahkan ulama Malaysia mengecam pelarangan tersebut. Datuk Seri Abdul Hadi Presiden Partai Islam se Malaysia dalam pertemuan di Trengganu rabu [30/8] menyatakan, ”Musuh-musuh Islam bertekad untuk menjebak muslim Sunni dan Syiah untuk terus berpecah belah dan saling berselisih untuk mencegah terwujudnya persatuan dikalangan dua mazhab besar Islam ini.”

“Hal ini harus menjadi perhatian besar para cendekiawan dan ulama Islam untuk bisa menyelesaikannya.” Tambahnya.

Menurut ulama Malaysia dan juga Ahli Parlemen Marang tersebut sumbangsih pemikiran Syiah bagi kemajuan dan perkembangan Islam di Malaysia tidak bisa dinafikan. Menurutnya itu adalah fakta sejarah dari kurun-kurun sebelumnya yang tidak bisa dibantah.

Menurutnya lagi, adanya isu ikhtilaf dan perpecahan antara Sunni dan Syiah adalah isu yang sengaja dihembuskan untuk membuat sibuk umat Islam sehingga lupa dengan rezim Israel yang masih terus menebar kejahatan di bumi Palestina. “Blok Barat dan rezim Israel yang sedang melakukan konspirasi untuk menghalangi kebangkitan Islam di negara-negara kawasan, itulah musuh bersama kita. Bukan saudara sendiri yang berbeda mazhab.”

“Kami mencita-citakan kebangkitan Islam dan sedang berada di jalan itu. Umat Islam diseluruh dunia akan mencapai kemenangan.” Tambahnya optimis.

“Untuk melalaikan kaum muslimin dari poros kebangkitan Islamlah, dihembuskanlah perbedaan dan perselisihan antar mazhab.” Lanjutnya lagi.

Presiden Partai Islam Semalaysia tersebut lebih jauh mengingatkan umat Islam agar tidak terperangkap dalam agenda yang melemahkan umat Islam dengan memanfaatkan isu Sunni – Syiah. Menurut beliau isu perbedaan mazhab tersebut hanya menjauhkan umat dari kebangkitan Islam di seluruh dunia hari ini di samping melupakan musuh yang sebenarnya yaitu rezim Zionis dan negara adi kuasa.

Menurutnya isu-isu ikhtilaf antar mazhab hanyalah wewenang para ahli agama dan sarjana Islam untuk membahas dan mendiskusikannya bukan oleh orang-orang jahil dan bodoh, sebab hanya akan semakin memperkeruh suasana.

“Dalam hal ini kita kena sadar dalam masalah mazhab ini sepatutnya hanya dibincangkan oleh ahli-ahli ilmu, jangan yang bodoh. Dalam Sunni ada yang bodoh, dalam Syiah pun ada yang bodoh dan ini ‘penyakit’ yang kita sedang hadapi hari ini,” tambahnya lagi.

Selain itu beliau menjelaskan mazhab Syiah dalam masyarakat Melayu bukan sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Sementara ketua Penang Institute Zairil Khir Johari, secara terang-terangan menyebut Pemerintah Malaysia munafik dengan adanya kebijakan pelarangan Syiah tersebut. "Alasan pelarangan Syiah pasti menurut pemerintah karena Syiah itu menyimpang dari ajaran Islam, namun mengapa masih juga mengundang Iran yang mayoritas penduduknya Syiah untuk terlibat dalam Kompetisi Internasional Hafalan Qur'an? Bahkan delegasi Iran telah memenangkan kompetisi hafalan Qur'an sampai sembilan kali sejak tahun 1961. Iranpun termasuk dalam anggota OKI, hal itu menunjukkan Iran adalah negara Islam."

Salah seorang aktivis Islam Malaysia lainnya –yang tidak ingin disebut namanya- turut menolak kebijakan pelarangan tersebut. Menurutnya pelarangan penyebaran Syiah sama saja menghalangi masyarakat untuk mencari tahu kebenaran dan merupakan pemaksaan keyakinan terhadap masyarakat. "Kalaupun dari hasil penelitiannya, masyarakat akhirnya membuktikan Syiah memang menyimpang, itu akan membuat keyakinan Sunninya semakin bertambah, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Tambahnya.

"Pelarangan penyebaran Syiah oleh pemerintah Malaysia tidak ada kaitannya mengenai siapa dan mana mazhab yang benar, melainkan ketakutan kerajaan Malaysia akan doktrin Syiah yang dapat menggoyang dan mengganggu stabilitas kekuasaan mereka yang berlaku turun temurun." Tegasnya.